#featuredContent{float:left;width:407px;margin-right:10px;display:inline} #featured-slider{position:relative;overflow:hidden;width:407px;height:245px} #featured-slider .sliderPostInfo{position:absolute;bottom:2px;width:407px;min-height:30px;height:auto!important;background:url(http://4.bp.blogspot.com/-bp2HK6MdDXg/T5aB6vI5GPI/AAAAAAAAF98/gwCsmb8Fcks/s1600/transparant.png)} #featured-slider .sliderPostInfo p{color:#fff;font-size:1.1em;padding:0 5px} #featured-slider .sliderPostInfo h2{color:#FFF;font:bold 14px Tahoma;text-transform:none;padding:0 5px} #featured-slider .contentdiv{visibility:hidden;position:absolute;left:0;top:0;z-index:1} #paginate-featured-slider{display:block;background-color:#f0f0f0;margin-bottom:0;padding:0 0 5px} #paginate-featured-slider ul{width:415px;padding-bottom:0;list-style:none} #paginate-featured-slider ul li{display:inline;width:75px;float:left;margin-left:0;margin-right:8px;margin-bottom:3px} #paginate-featured-slider img{padding-top:5px;background:#f0f0f0} #paginate-featured-slider a img{border-top:4px solid #f0f0f0} #paginate-featured-slider a:hover img,#paginate-featured-slider a.selected img{border-top:4px solid #357798}

Sabtu, 24 November 2012

MAKALAH PERAWATAN LUKA OPERASI

(MENGGANTI BALUTAN)

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
KELOMPOK 7

                                     
                                                                                                       

                                     









SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
(STIKes) MEULIGO
MEULABOH- ACEH BARAT
2012




 

KATA PENGANTAR

         

            Ucapan terima kasih saya kepada dosen dan para asisten yang telah membimbing kami sehingga penyusunan makalah ini dapat kami siapkan dengan baik.
Melalui tulisan ini, kami  berharap semoga makalah tersusun dengan baik dan bermanfaat bagi individu maupun teman-teman semua. kami berterima kasih kepada teman-teman yang telah membantu membuat makalah ini dan kepada semua pihak agar dapat memberikan saran dan masukannya demi kesempurnaan makalah.
                       
Meulaboh, 10 Oktober 2012

Penulis













DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah ............................................................................ 
            B.   Rumusan Masalah...................................................................................... 
            C. Tujuan Penulisan........................................................................................ 
                           
BAB II PEMBAHASAN
A.  Pengertian luka..........................................................................................
B.   Pengertian perawatan luka operasi.............................................................
C.  Cara mengganti balutan..............................................................................
D.  Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka...........................................


BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan...............................................................................................
B.   Saran-saran...............................................................................................            
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................
 


 BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Luka yang sering di temukan adalah luka yang bersih tanpa kontaminasi,misal luka insisi yang tertutup, luka-luka yang melibatkan saluran kemih, misal cecio caesaria dibawah sekmen bawah. Oleh karena itu bidan harus pula mengetahui dan terampil dalam melakukan perawatan luka pasca operasi. Dalam pengkajian luka harus memperhatikan kondisi klinis ibu, waktu dan tempat operasi serta tampilan perawatan luka. Keputusan untuk membalut luka kembali juga harus mencakup keputusan apakah kebersihan luka merupakan tindakan yang di identifikasi. Bila luka perlu di bersihkan dan dibalut ulang perawatan harus dilakukan dengan teknik bersih dengan air atau normal salin. Bila luka tampak terinfeksi perlu dilakuakan rujukan.

B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
A. Apa Pengertian luka?
B.   Apa Pengertian perawatan luka operasi?
C. Bagaiman Cara mengganti balutan?
D.  Faktor apa saja yang mempengaruhi penyembuhan luka?

C. Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah dan untuk mengetahui bagaimana proses perawatan luka (mengganti balutan)





BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian luka
Luka adalah gangguan dari kondisi normal pada kulit (Taylor, 1997). Luka adalah kerusakan kontinuitas kulit, mukosa, membran dan tulang atau anggota tubuh lain (Kozier, 1995)
Ketika luka timbul, beberapa efek akan muncul :
1. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ
2. Respon stress simpatis
3. Perdarahan dan pembekuan darah
4. Kontaminasi bakteri
5. Kematian sel
Luka sering digambarkan berdasarkan bagaimana cara mendapatkan luka itu dan menunjukkan derajat luka ( Taylor, 1997)
1.   Berdasarkan tingkat kontaminasi
2.   Berdasarkan kedalaman dan luas luka
3.   Berdasarkan waktu penyembuhan luka
4.   Berdasarkan penyebabnya
5.   Berdasarkan sifat kejadian

B. Pengertian perawatan luka operasi
Merupakan tindakan untuk merawat luka dan melakukan pembalutan dengan tujuan mencegah infeksi silang (masuk melalui luka) dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Perawatan luka operasi adalah Perawatan luka yang dilakukan pada pasien post operasi dengan tujuan mencegah infeksi dan merasa aman
a. Pengertian Mengganti Balutan
                  Melakukan perawatan pada luka dengan cara mamantau keadaan luka, melakukan penggatian balutan (ganti verban) dan mencegah terjadinya infeksi,yiatu dengan cara mengganti balutan yang kotor dengan balutan yang bersih.

b. Tujuan
1. Meningkatkan penyembuhan luka dengan mengabsorbsi cairan dan dapat menjaga kebersihan   luka
2.   Melindungi luka dari kontaminasi
3.   Dapat menolong hemostatis ( bila menggunakan elastis verband )
4.   Membantu menutupnya tepi luka secara sempurna
5.   Menurunkan pergerakan dan trauma
6.   Menutupi keadaan luka yang tidak menyenangkan
 c. Indikasi
      Pada balutan yang sudah kotor
d.   Kontra Indikasi
1. Pembalut dapat menimbulkan situasi gelap, hangat dan lembab sehingga mikroorganisme   dapat   hidup
 2. Pembalut dapat menyebabkan iritasi pada luka melalui gesekan – gesekan pembalut.
  e. Bahan yang Digunakan dalam Perawatan Luka
1.  Sodium Klorida 0,9 %
Sodium klorida adalah larutan fisiologis yang ada di seluruh tubuh karena antikseptik ini ini tidak ada reaksi hipersensitivitas dari sodium klorida. Normal saline aman digunakan muntuk kondisi apapun (Lilley & Aucker, 1999). Sodium klorida atau natrium klorida mempunyai Na dan Cl yang sama seperti plasma. Larutan ini tidak mempengaruhi sel darah merah (Handerson, 1992). Sodium klorida tersedia dalam beberapa konsentrasi, yang paling sering adalah sodium klorida 0,9 %. Ini adalah konsentrasi normal dari sodium klorida dan untuk antiseptik ini sodium klorida disebut juga normal saline (Lilley & Aucker, 1999). Merupakan larutan isotonis aman untuk tubuh, tidak iritan, melindungi granulasi jaringan dari kondisi kering, menjaga kelembaban sekitar luka dan membantu luka menjalani proses penyembuhan serta mudah didapat dan harga antiseptik lebih murah
2.  Larutan povodine-iodine.
Iodine adalah element non metalik yang tersedia dalam bentuk garam yang dikombinasi dengan bahan lain Walaupun iodine bahan non metalik iodine berwarna hitam kebiru-biruan, kilau metalik dan bau yang khas. Iodine hanya larut sedikit di air, tetapi dapat larut secara keseluruhan dalam antiseptik dan larutan sodium iodide encer. Iodide antiseptik dan solution keduanya aktif melawan spora tergantung konsentrasi dan waktu pelaksanaan (Lilley & Aucker, 1999).
Larutan ini akan melepaskan iodium anorganik bila kontak dengan kulit atau selaput Antiseptik sehingga cocok untuk luka kotor dan terinfeksi bakteri gram positif dan antiseptik, spora, jamur, dan protozoa. Bahan ini agak iritan dan antiseptik serta meninggalkan residu (Sodikin, 2002). Studi menunjukan bahwa antiseptic seperti povodine iodine toxic terhadap sel (Thompson. J, 2000). Iodine dengan konsentrasi > 3 % dapat memberi rasa panas pada kulit. Rasa terbakar akan nampak dengan iodine ketika daerah yang dirawat ditutup dengan balutan oklusif kulit dapat ternoda dan menyebabkan iritasi dan nyeri pada sisi luka. (Lilley & Aucker, 1999).

Luka insisi dibersihkan dengan alcohol dan larutan suci hama (larutan betadine dan sebagainya),lalu ditutup dengan kain penutup luka,secara penodik pembalut luka diganti dan luka dibersihkan. Dibuat pula catatan kapan benang / orave kapan dicabut atau dilonggarkan. Diperhatikan pula apakah luka sembuh perprinum atau dibawah luka terdapat eksudat.

C. Cara mengganti balutan
1. Alat dan bahan
Ø Pinset anatomi
Ø Pinset cirurghi
Ø Gunting steril
Ø Kapas sublimat / savlon dalam tempatnya
Ø Larutan H2O2
Ø Larutan boorwater
Ø NaCl 0,9%
Ø Gunting perban (gunting tidak steril)
Ø Plester / pembalut
Ø Bengkok
Ø Kasa steril
Ø Mangkok kecil
Ø Handskon steril
2. Prosedur kerja
Ø   Cuci tangan     
Ø   Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan
Ø   Gunakan sarung tangan steril
Ø   Buka plester dan balutan dengan menggunakan pinset
Ø   Bersihkan luka dngan menggunakan savlon / sublimat, H2O2, boorwater atau NaCl 0,9% sesuai dengan keadaan luka. Lakukan hingga bersih
Ø   Berikan obat luka
Ø   Tutup luka dengan menggunakan kasa steril
Ø   Balut luka
Ø   Catat perubahan keadaan luka
Ø   Cuci tangan

D. Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka
1.   Vaskularisasi, memengaruhi luka karena luka membutuhkan keadaan peredaran darah yang baik untuk pertu,buhan atau perbaikan sel.
2. Anemia, memperlambat proses penyembuhan luka mengingat perbaikan sel membutuhkan kadar protein yang cukup
3. Usia, kecepatan perbaikan sel berlangsung sejalan dengan pertumbuhan atau kematangan usia seseorang
4.   Nutrisi, merupakan unsur utama dalam membantu perbaikan sel terutama karena kadungan zat gizi yang terdapat didalamnya.
5.   Kegemukan, obat-obatan, merokok dan stress, mempengaruhi proses penyembuhan luka.


 BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Perawatan luka operasi merupakan tindakan untuk merawat luka dan melakukan pembalutan dengan tujuan mencegah terjadinya infeksi silang (masuk melalui luka) dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Perawatan luka operasi bertujuan untuk meningkatkan proses penyembuhan jaringan dan mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka oleh karena itu bidan harus terampil dan melakukan perawatan luka pasca operasi.
B.  Saran – Saran :
Disarankan bahwa hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembalutan luka adalah:
 a. Membalut harus rata, jangan terlalu longgar dan jangan terlalu erat, hal ini untuk mencegah    terjadinya pembendungan. Contoh pada kaki dan tangan
b. Pembalut harus sesuai dengan tujuan, contoh : untuk menjaga agar luka jangan terkontaminasi, untuk merapatnya luka, atau untuk menghentikan perdarahan
c.   Menggunting plester jangan terlalu panjang/ terlalu pendek
d.   Pembalut yang kotor/ basah segera diganti. Pada luka operasi tanpa drain sampai angkat jahitan ( minimal 5 hari ), pembalut yang tepat berada di atas luka tidak boleh diganti. Jadi bila pembalut kotor/ basah hanya bagian atasnya saja yang diganti, atau pembalut diganti sesuai dengan instruksi dokter



DAFTAR PUSTAKA

Musrifasul Uliyah dan A.Aiz Alimun Hidayat . 2006. KDPK untuk Kebidanan . Surabaya: Salemba-Medika

http://dianhusadanoni.blogspot.com/p/perawatan-luka-operasi_19.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Daftar Isi

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner